Sufipedia


Kitab Hakekatul Insan (Tentang Diri) - Kepada mereka yang sedang mencari pegangan hidup atau kepada mereka yang bimbang dalam kehidupannya yang mana dalam hatinya sampai timbul pertanyaan ‘’apa hidup ini’’. ‘’Sesuatu yang dimulai dengan tangisan dan diakhiri pula dengan tangisan’’, isi kitab ini adalah jawabannya.

Bab demi bab dalam kitab ini hanya bersifat pengetahuan untuk sekedar diketahui, yang perlu bukan ini, yang penting bagaimana seseorang dapat mencapai hingga dia bisa menerangkan sebagaimana yang tertulis dalam kitab ini.

Amalan apa, bagaimana dan terutama kepada siapa bergurunya?. Inilah yang penting. Sehabis mempelajari kitab ini lalu menganggap dirinya sudah matang oh tidak! malah tambah bodoh kalau tidak mengenal sendiri.

Lombok tidak perlu diuraikan panjang lebar mengenai bentuk, warna, berapa lama tumbuh, pemeliharaannya dan lain-lain. Tetapi masukkan dalam mulut dan rasakan, baru orang tahu lombok itu pedas sebab sudah saya kunyah sendiri!.

Mengenal diri ialah kunci mengenal Tuhan, kenalilah secara hakiki, bagaimana sebenarnya dan kewajiban apa yang harus dilaksanakan menurut fitrahnya.

Manusia tidak dapat dipisahkan dari budinya - nilai manusia ialah budi - pekerti - akal - hati dan lain-lain, nama yang hakikatnya ada, ialah pembahasan nama orang itu sendiri.

Itulah sebabnya Muhammad diutus Tuhan dengan tugas untuk menaikkan derajat moral ke super moral.


Artinya :

‘’Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan[1313]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Bahkan mereka mengambil pemberi syafa'at selain Allah. Katakanlah: "Dan Apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?"

Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan"

Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati’’. (QS. Az Zumar: 41 - 45)

[1313] Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi. (Selanjutnya - Kitab Hakekatul Insan (Tentang Diri): Mujahadah)

Anda sedang membaca Kitab Hakekatul Insan (Tentang Diri). Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top