Sufipedia

A’uudzu billaahi minasy syaythaanir rajiim

Bismillahir rahmaanir rahiim.Alhamdulillahi robbil ‘alaamin

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa Sayidina Muhammadin wa ‘alaa aali Sayidina Muhammadin wa ashaabihi wa azwajihi wa dzuriyyatihi wa ahli baitihi ajma'in.

Yaa Mawlana Yaa Sayyidi Madad al-Haqq.

[Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra]

Mukadimah

Mahasuci Engkau ya Allah, tiada kami mampu mencakup bilangan puji-pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu. Mahasuci Engkau, tiada kami memiliki pengetahuan kecuali yang Kau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Segala puji bagi Allah Yang paling Pengasih dari semua pengasih; Yang paling Bijaksana dari semua yang bijak; Yang paling sempuma ciptaan-Nya dari semua pencipta; Pemberi rezeki paling utama di atas semua pemberi; Yang ilmu-Nya meliputi segalanya; Yang perhitungan-Nya paling mencakup apa saja.

Tidakkah Dia mengetahui rahasia siapa yang Dia ciptakan? Sungguh, Dia Maha Meliputi lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Mulk [67]:14)

Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan; Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin dan Dia tahu segala sesuatu. (QS Al-Hadid [57]: 2 dan 3)

Singgasana-Nya meliputi langit dan bumi; dan Dia tiada merasa letih memelihara keduanya, karena Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS Al-Baqarah [2]: 255)

Aku menujukan puji-pujian kepada-Nya atas segala yang diajarkan dan diilhamkan-Nya, atas taufik-Nya yang membuat kita mampu berbicara dan memahami, dan atas segala rahmat dan karunia-Nya.

Rahmat apa pun yang dikaruniakan Allah kepada manusia, tiada yang dapat menahannya, dan apa pun yang ditahan-Nya, tiadayang dapat melepaskannya sesudah itu. Allah Mahaperkasa, Maha-bijaksana. (QS Fathir [35]: 2)

Shalawat dan salam bagi Sayyidina dan Maulana Muhammad SAW yang telah diutus Allah untuk membawakan rahmat bagi seluruh alam semesta, yang dengannya Dia mengakhiri rangkaian para nabi serta menjadikannya penghulu segenap Rasul; demikian pula bagi keluarga dan sahabat beliau serta para tabi'in yang mengikuti mereka dengan ihsan sampai hari kiamat.

Amma’ Ba'du.

Dalam halaman-halaman ini, kami catatkan "beberapa bab ilmu dan pokok hikmah" yang adakalanya melintas dalam pikiran ketika menyampaikan syarahan, pengajian, hasil renungan dan pelajaran, yang sering kali dibutuhkan dan menjadi andalan setiap ‘alim yang tulus beribadah atau murid yang ber-suluk di jalan hikmah.

Kami tidak menyusunnya sebagaimana lazimnya buku-buku yang tersusun rapi, dalam memerhatikan sistematika dan kesinambungan pasal-pasalnya atau menjadikan pasal yang satu sebagai mukadimah bagi pasal sesudahnya dan penyempurna bagi yang sebelumnya. Hal ini disebabkan, seperti yang telah kami sebutkan, pasal-pasal ini berupa pikiran-pikiran yang melintas dan muncul di sela-sela penyampaian pengajian dan wejangan dalam berbagai kesempatan yang berlainan yang kadang-kadang masanya agak berjauhan antara satu dan lainnya. Itulah sebabnya, Anda akan melihat bahwa setiap pasal seakan-akan berdiri sendiri, tak ada kaitannya yang nyata antara yang sebelum dan sesudahnya. Demikianlah bagian terbesar darinya; dan jika ada pengecualian, hal itu karena keadaan yang khusus. Pasal-pasal ini mencakup persoalan-persoalan yang komprehensif dan hikmah-hikrnah dalam garis besamya sehingga seorang ilmuwan (dalam bidang agama), apabila ingin, dengan mudah dapat memperluas dan menukik ke kedalaman tiap pasalnya menjadi bukti tersendiri dengan membagi-bagi dan memerinci detail-detailnya. Tentunya hal ini dengan mudah dapat dicapai oleh orang-orang yang berilmu dan terbuka mata-hatinya, yang arif dan berjiwa cerah lagi sadar, serta dikaruniai hikmah.

….barang siapa diberi-Nya hikmat, sungguh kepadanya telah diberikan kebaikan melimpah. Namun, tiada yang mengambil peringatan kecuali yang tergolong ulul-albab. (QS Al-Baqarah [2]: 269)

Tadinya ketika mulai mencatat pasal-pasal ini, kami bermaksud tidak menerbitkannya sebelum mencapai empat puluh pasal. Namun, waktu terus berjalan dan jumlah tersebut belum juga tercapai. Kemudian, beberapa kawan yang tulus, yang mendengar karya kami ini, meminta agar diizinkan membuat turunannya serta mempelajarinya. Keinginan itu telah menggerakkan hati kami untuk menyempurnakannya dengan harapan dapat bermanfaat bagi semua pihak, dan dengan menyadari bahwa setiap amal bergantung pada niat yang menyertainya, dan bahwa bagi setiap orang pahala sesuai dengan niatnya itu.

Pada waktu itu, seluruh pasalnya baru berjumlah dua puluh. Oleh sebab itu, akan kami tambah dengan yang sesuai dengannya dan yang termasuk dalam lingkungannya, insya Allah.

Kini, tibalah saatnya untuk memulai dengan mengharapkan pertolongan Allah; sesungguhnya tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan perkenan Allah Swt. Dan cukuplah Allah bagi kita. Dialah sebaik-baik penolong; tiada taufik kecuali yang dikaruniakan Allah SWT. Kepada-Nyalah aku bertawakal dan kepada-Nyalah aku kembali. (Selanjutnya - Sekilas Biografi Al-Imam Abdullah Al-Hadad (Shohibur Ratib))

Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!

Anda sedang membaca Hikam Al-Hadad: Mukadimah. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.
 
Top