Sufipedia

Alkisah Sunan Kudus dihadang oleh seorang Jawara Berandal yang tidak suka dengan gerakan dakwah Sunan Kudus. "Hentikan dakwahmu atau saya bunuh kamu hai anak muda, dengan mudah!" hardik si Jawara Berandal dengan sombong. Sunan Kudus menjawab, "Silakan Tuan coba hentikan saya bila Tuan tidak suka."

Marahlah si Jawara Berandal dan menyerang Sunan Kudus. Sunan Kudus dengan sigap menangkis serangan lawan dan dalam berapa jurus membuat lawan terluka tak berdaya untuk berdiri lagi. Melihat si lawan terluka parah, Sunan Kudus membopongnya membawanya ke pendoponya. Dengan telaten dan sabar diobatilah si Jawara Berandal itu dengan kedua tangan beliau sendiri. Hingga suatu pagi saat Sunan Kudus menjenguk ke bilik dimana si Jawara Berandal itu dirawat, tampak si Jawara Berandal sudah berdiri segar bugar dengan sebilah senjata tajam di tangannya. Saat itu, Sunan Kudus menjenguk dengan tangan kosong.

Didekatilah Sunan Kudus, dan berkatalah si Jawara, "Mengapa kamu hai Anak Muda tidak membunuhku saat ada kesempatan. Apakah kau percaya bahwa aku tidak akan membalas kekalahanku dulu dan mencoba membunuhmu lagi?"

Sunan Kudus menjawab, "Tidak! Saya tidak percaya bahwa Tuan tidak akan membalas dendam dan mencoba lagi untuk membunuhku. Tapi, saya percaya kepada Allah (Hu Ahad Allahu Fattah), bahwa Allah dapat Membuka Hati Tuan dan membuat Tuan kembali (taubat/tobat) kepada-Nya... 'insya Allah."

Mendengar itu, seketika si Jawara Berandal melepas senjata tajamnya dan tertunduk. Sunan Kudus lalu memegang bahu kekarnya dan berkata, "Tuan, Saudaraku, ikuti ucapanku: Laa ilaaha illallaah Muhammad-ar-Rasulullah." Dengan terbata menahan luapan emosi penyesalan, si Jawara mengucap, "Laa ilaaha illallaah.... Muhammad-ar-Rasulullah..." dan semenjak itu ia menjadi salah satu murid Sunan Kudus yang setia dan terpercaya hingga akhir hayat.

"Fabimaa rahmatin minallaahi linta lahum walaw kunta fazhzhan ghaliizhal-qalbi lamfadhdhuu min hawlika fa'fu'anhum wastaghfir-lahum wasyaawirhum fil-amri fa-idzaa 'azamta fatawakkal 'alaallaahi innallaaha yuhibbul-mutawakkiliin."

Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS. Ali 'Imraan [3] ayat 159)


Anda sedang membaca Dakwah Cinta Sunan Kudus. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top