Sufipedia


Artinya:
‘’Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, Padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya[491]’’. (QS. Al – An’aam: 91)

[491] Perkataan biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya adalah sebagai sindiran kepada mereka, seakan-akan mereka dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal.

Para ahli penganut ilmu olah - budi yang masih pada fase pertama memulai amal mendekatkan diri kepada Allah SWT itu harus dan masih membutuhkan NUR (Pepadang = Jawa). Langkah pertama untuk mencapai itu sangat diperlukan Semedi (menyatukan rasa - memusatkan pikiran). Jinggling hadap berhadapan Tawajuh kepada Allah, hingga terhadap Allah itu winengku, juga terhadap kepada orang yang sama arif.

Penganut ahli ini terbagi dua:

1. Para penganut yang mempunyai keinginan tertentu mengenai Nur, mempunyai maksud dan tujuan tertentu, hatinya ada tersirat kehendak yang mana - jika saya melakukan yang demikian saya akan dapat begini dan begitu.

Mereka yang bermaksud demikian kadang-kadang dapat juga terkabul kehendaknya dan tercapai apa yang dimaksudkan, tetapi yang didapati bukanlah Nur dari Allah, melainkan Nur dari pribadinya sendiri (Gustining Dewe) sebagaimana yang dimaksudkan dalam firman Allah:
Artinya:
. . . menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya . . . (QS. Al-Jaatsiyah: 23)

Gustining Manungso:
2. Penganut yang tidak menginginkan Nur, tetapi selalu mendekat kepada Allah tanpa keinginan apapun juga. Entahlah apapun juga yang didapat dengan penuh rasa penyerahan bulat-bulat kepada Allah SWT.

Anda sedang membaca Kitab Hakekatul Insan (Tentang Diri): Nur Ilahi. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top