Sufipedia


"Begitulah memang seharusnya keberadaan manusia, bahagia meski tanpa sandang, tak berduka meskipun tanpa pangan, bila dicela justru teramat bahagia, jika mendapat marabahaya serta musibah menimpa, dia hanya tertawa. Sebab, tak ada yang dilindungi dan tak ada yang ditakuti dalam hatinya. Maka kesentosaan dari lahir terus kebatin. Tak pula bergirang ketika mendapat rahmat, nikmat yang sepenuhnya serta memuji tak hendak minta imbalan. Musibah, sakit, dan keberuntungan, semuanya sama, tak boleh menolak, ataupun memilih."

"Kesemuanya itu adalah ganjaran. Anugerah bagi yang menerima. Namun sesungguhnya penerima yang langgeng senantiasa hidup tanpa dapat terjangkau oleh akal budi, karena ia sudah meraih puncak rasa, yakni rasa yang sejati, sejatinya rasa, bukan sekedar rerasan yang diucapkan. Bukan rasa yang tercecap oleh lidah, bukan pula yang terbersit di hati. Bukan rasa yang dirasakan oleh tubuh, bukan pula rasa yang diucapkan suara, dan bukan pula rasa nikmat ataupun derita sakit. Tapi, sejatinya rasa yang meliputi rasa, rasa sejatinya wibawa, rahsa surasa, pusatnya segala rasa. Raja segala rasa.


Syeh Siti Jenar

اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ 
"Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Yunus 10: 62)

Anda sedang membaca Syekh Siti Jenar: Tidak Ada Takut dan Bersedih. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top