Sufipedia

Dalam ajaran Agama Islam kita mengenal 18 macam dzikir. Dzikir itu sendiri adalah pekerjaan mengingat kepada AIlah.

Ada sebuah Hadist Nabi yang mengatakan:

SEBAIK-BAIKNYA DZIKIR IALAH BILA MENYEBUT ASMA ALLAH“.

Itulah sebabnya maka dalam ajaran Ma’rifat Islam hanya mempergunakan:

1. Dzikir NAFI - ISBAT
2. Dzikir QOLBU
3. Gabungan dzikir Nafi—Isbat dan dzikir Qolbu.

Dzikir Nafi - Isbat (= dzikir Nafas) yang kita kenal ada 3 (tiga) macam yaitu:

1. Dzikir NAFI - ISBAT (= NAFAS - NUFUS): HU ALLAH ; Hu (Nafi) dan ALLAH (Isbat)
2. Dzikir NAFI - ISBAT (= NAFAS - NUFUS): ALLAH HU ; ALLAH (Nafi) dan HU (Isbat)
3. Dzikir NAFI - ISBAT : HUWALLAH; Hu (Nafi) dan WALLAH (Isbat).

Dari ke 3 macam dzikir Nafi - Isbat ini, kita tinggal pilih saja. Kalau hendak mati buat hidup kembali (hanya akan ganti jasad) untuk melanjutkan tugas yang belum selesai, maka dapat mempergunakan dzikir Nafi - Isbat : ALLAH HU. Tetapi bila kita ingin mati sempurna untuk menuju ke Alam Kelanggengan / Abadi, yaitu langsung ke Alam LAUHUL MAKHFUZ / AKBAR, maka dianjurkan untuk mempergunakan dzikir Nafi - Isbat : HUWALLLAH.

Manfaat yang utama dari dzikir Nafi - Isbat “HUWALLAH“ ini ialah mengembalikan jasad ke asal. Perjalanannya sering disebut dengan kata: Martabat tujuh (tujuh lapis bumi). Urutannya adalah sebagai berikut:

1. Bulu kembali ke kulit,
2. Kulit kembali ke otot,
3. Otot kembali ke daging,
4. Daging kembali ke tulang,
5. Tulang kembali ke sumsum,
6. Sumsum kembali ke darah,
7. Darah kembali ke nyawa (terus ke rohani)

Jelas disini bahwa dengan dzikir Nafi - Isbat: “HUWALLAH“, maka itu berarti akan membantu tugas cacing kalung / gelang dalam mengembalikan (menghabiskan) jasad untuk ke asal. Yang berasal dari api akan kembali ke dzad api, yang dari bumi akan kembali ke dzad bumi, yang berasal dari air akan kembali ke dzad air, dan yang berasal dari angin akan kembali ke dzad angin.

Dzikir QOLBU (yaitu setiap detak jantung selalu menyebut ashma Allah) : ALLAH, ALLAH, ALLAH . . . . sangat berguna untuk menghindarkan diri dari perbuatan dosa, baik dosa batin maupun dosa lahir. Sebab tatkala kita melakukan dzikir Qolbu, maka semua Alif Mutakalimun dengan diimami oleh Alif Mutakalimun Arif akan melakukan sholat di Baitullah. Itu berarti semua Nafsu dengan diimami oleh Rasul juga melakukan sholat. Dan baik dzad (= angan-angan) dan Sir akan tunduk kepada nur.

Selain itu bila dzikir Qolbu ini terus menerus dilatih, maka secara otomatis kita selalu ingat kepada Allah selama 24 jam non stop. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

BARANGSIAPA YANG SELALU INGAT KEPADAKU, NISCAYA AKU AKAN SELALU INGAT KEPADANYA“.

Dengan dzikir Qolbu ini pula kita dapat menyempurnakan batin untuk dapat kembali ke asal dengan perjalanan : martabat tujuh (tujuh lapis langit). Perjalanannya itu sebagai berikut :

1. Nur akan kembali ke Rasul / Nur Muhammad,
2. Nur Muhammad akan kembali ke Alif Mutakalimun Arif,
3. Alif Mutakalimun Arif akan kembali ke :
- Johar Awal Suci (NURULLAH)
- Johar Firrid (SIRRULLAH)
- Johar Siddiq (DHATULLAH),
4. Nurullah, Sirrullah dan Dhatullah akan dapat menembus alam Malakut (Ghaibul Huluwiyyati),
5. Lalu secara bersama-sama Nurullah, Sirrullah, Dhatullah dan Ghaibul Huluwiyyati akan kembali menjadi : Annasir Dhat, Annasirun Sifat Dhat, Ghaibul Huluwiyyati, Dhattul Bukhti,
6. Dan gabungan ini akhirnya akan melebur menjadi Dhat Laesa atau Dhat Suci Jati di alam Lauhul Makhfuz,
7. Dhat Laesa lalu menghilang (= lowong).

Ciri khas bila dzikir Nafi - Isbat sudah berjalan secara otomatis ialah bila sedang tidur sudah tidak pernah bermimpi lagi. Dan ciri khas bila dzikir Qolbu sudah berjalan dengan secara otomatis, bila hati sudah tidak deg-degan lagi. Tidak melakukan dosa lahir maupun dosa batin, karena Roh Nurani, Roh Kudus, Roh Rabbani maupun Roh Burhani sudah menonjol. (Selanjutnya - Rasa)





Anda sedang membaca Kitab Ilmu Makrifat Islam: Dzikir Makrifat . Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top