Sufipedia

Di dalam Al - Qur’an kalimah : ALLAH selalu diterjemahkan dengan “KAMI“. Sedangkan kalimah: ILLAHI selalu diterjemahkan dengan “AKU“. Kedua-duanya memiliki tasjwid yang juga terdiri dari alif lima buah.

Dari kalimah ALLAH tasjwid yang terdiri dari 5 (lima) Alif itu ialah:
1. Alif awal disebut Alif MUTAKALIMUN HAQIQI,
2. Alif kedua disebut Alif MUTAKALIMUN WAKHID,
3. Alif tengah disebut Alif MUTAKALIMUN ARIF,
4. Alif keempat disebut Alif MUTAKALIMUN WAKHDAD,
5. Alif akhir disebut Alif MUTAKALIMUN KHAERI.

Kecuali Alif MUTAKALIMUN ARIF yang kedudukkannya selaku pemimpin / Imam dari ke 4 (empat) Alif yang lain. Alif MUTAKALIMUN HAQIQI membawa kelompok (terdiri dari 4) sifat Allah, ialah NAFSI’AH.

Alif MUTAKALIMUN WAKHID membawa kelompok sifat Allah, ialah SALBIYAH.

Alif MUTAKALIMUN WAKHDAD membawa kelompok sifat Allah, ialah MA’ANI.

Alif MUTAKALIMUN KHAERI membawa kelompok sifat Allah, ialah MA’NAWIYAH.

Alif Mutakalimun Arif berupa sinar / nur terang, tidak berwarna, sedangkan Alif Mutakalimun Haqiqi berupa nur berwarna merah dan namanya NARUN, Alif Mutakalimun Wakhid berupa nur berwarna putih dan namanya TUROBUN, Alif Mutakalimun Wakhdad berupa nur berwarna hijau kebiru-biruan dan namanya MA’UN, Alif Mutakalimun Khaeri berupa nur berwarna kuning dan namanya HAWA’UN.

Kemudian:

NARUN mengisi Nafsu Amarah,
TUROBUN mengisi Nafsu Sawiyah / Supiyah,
MA’UN mengisi Nafsu Mutmainah,
HAWA’UN mengisi Nafsu Luamah / Aluamah.

Alif Mutakalimun ARIF yang memiliki sifat Allah : ESA / TUNGGAL dan berfungsi sebagai pengendali alif-alif yang lain.

LETAK-LETAKNYA ALIF.
Disebutkan dalam Al - Qur’an bahwa: “SESUNGGUHNYA LEBIH DEKAT ALLAH DARI URAT LEHERMU“. Dan dari ke 5 (lima) buah Alif ini ada yang bernama Alif Mutakalimun WAKHID. Arti Wakhid ialah utama atau yang pertama.

Maka dilihat dari fungsinya, akan tersusun letaknya sebagai berikut:

Yang mula pertama berfungsi ketika masih janin ialah Alif Mutakalimun WAKHID. Alif ini mendiami tenggorokan, tepat pada tengah-tengah tonsil (Baitul Muharam). Kemudian menyusul Alif Mutakalimun WAKHDAD, yaitu yang mendiami puser (Baitul Muqadis). Karena disinilah terletak tali ari-ari yang menyambung dengan ibu, dalam mengadakan bahan makanan sebagai pembentuk jasad. Empat puluh hari sebelum janin lahir, tali ari-ari ini (rasa tali, tali rasa) putus. Dan Baitul Muqadis tertutup (10 hari setelah bayi lahir), Alif Mutakalimun Wakhdad pindah menjadi seekor cacing yang bernama cacing kalung / gelang. Cacing ini sebagai pelengkap hidup manusia. Tidak akan bertambah jumlahnya, karena cacing ini tidak berjenis kelamin.

Cacing gelang / kalung ini tidak boleh mati. Kalau mati, maka manusianya akan ikut mati. Tetapi kalau manusianya mati, cacing itu tidak akan ikut mati. Selama manusia itu masih hidup, cacing itu ikut membantu mencernakan makanan agar kelak mudah diserap oleh darah ke seluruh jasad. Dan bila manusia mati serta dikubur, maka cacing itulah yang akan “menghabiskan“ jasad manusia. Jadi yang “menghabiskan’ jasad manusia di liang kubur bukannya cacing tanah, atau belatung. Karena dia itu sesungguhnya ALIF, maka arti “menghabiskan“ disini bukanlah “memakan“ habis jasad.

Dalam perkembangan hidup, bayi tadi semakin tumbuh besar. Dan lalu mulai mempergunakan akal. Nah, disinilah mulai berfungsi Alif Mutakalimun Haqiqi yang menghuni Baitul Ma’mur (kening). Panca indera sang bayi karena ada akal, mulai berfungsi pula. Dan dalam perkembangannya kemudian bayi menjadi dewasa (akil), mulailah mengenal dan mempergunakan Nafsunya. Yang terakhir muncul ialah nafsu birahi.

Bila Baitul Ma’mur sudah berfungsi dan juga Baitul Muqadas atau nafsu-nafsu mulai timbul, maka Baitullah harus pula segera berfungsi. Disinilah tinggal Alif Mutakalimun Arif. Dia pula sebagai pengendali semua Alif. Di Baitullah ini terdapat bedug. Dan bila manusia hampir melakukan perbuatan yang tidak diridho’i Allah, maka bedug ini pasti ditabuh. Kalau ditabuh, itu menandakan agar manusia segera ingat dan melakukan sholat kepada Allah.

Bila mau memperhatikan kapan bedug di Baitullah itu di tabuh, ialah tatkala hati kita deg-degan. Jadi bila hati deg-degan, kita agar selamat harap segera mengadakan introspeksi. Harus segera ingat dan sholat ke hadirat Allah.

Pada kalimah ILLAHI yang di dalam Al - Qur’an selalu di terjemahkan dengan kata “AKU“, juga terdapat tasjwid. Ini pun pertanda terdiri dari 5 (lima) Alif. Alif-alif ini pun mempunyai nama, masing-masing ialah :

1. Alif awal namanya ALIF LAM ALIF,
2. Alif kedua namanya ALIF LAM MIM,
3. Alif tengah sebagai pemimpin dan yang tertinggi kedudukannya namanya ALIF LAM HAQ,
4. Alif keempat namanya ALIF LAM NUN,
5. Alif akhir namanya ALIF LAM RA’.

Kalau kita urut mulai bawah ke atas, maka susunannya adalah sebagai berikut:

  • ALIF LAM ALIF letaknya pada jasad. Inilah Alif yang tersembunyi dari huruf HIJAIYYAH. Di munculkan / di tulis bila kita menulis kalimah / ayat : (= Bismillah)Alif ini dalam ilmu Ma’rifat dikenal dengan nama : QADHAM, penguasa / penunggu jasad manusia.
  • ALIF LAM MIM disebut juga dengan kata : NUR atau SUKMA. Dialah penengah dari dzad dan sir.
  • ALIF LAM NUN disebut juga dengan kata : RASUL / NUR MUHAMMAD, penengah dan pemimpin serta imam dari ke 4 nafsu. Dalam Bahasa Indonesia dikenal dalam kata : SUKMANA.
  • ALIF LAM RA’ disebut juga dengan kata : ALIF MUTAKALIMUN ARIF atau SUKMANADI (= SUKMA SEJATI).
  • ALIF LAM HAQ disebut sebagai Alif yang utama atau pertama. Yang mula pertama ada, sebelum yang lain ada. Utama karena Alif ini membawahi ketiga Johar (Jukhro’). Susunan johar ini dari bawah ke atas ialah:

1. JOHAR AWAL SUCI (ROH IDHOFI) merupakan biang / sumbernya roh manusia. Johar Awal Suci ini dikenal pula dengan nama SUKMA KAWEKAS. Johar Awal Suci ini mempunyai tempat, namanya alam NASRUT. Karena Johar Awal Suci ini juga ROH IDHOFI yang merupakan sumber dari segala ROH, maka dia adalah NURULLAH.

2. JOHAR FIRRID, merupakan SIRULLAH. Dikenal pula dengan nama: SUKMA JAYA JATI, bertempat di alam JABARUT.

3. JOHAR SIDDIQ, merupakan DHATULLAH. Dikenal pula dengan nama : SUKMA JAYA SEMPURNA bertempat di alam LAKHUT.

Alam NASRUT juga disebut orang sebagai alam BARZA’ SAKTI. Alam JABARUT disebut juga dengan nama alam BARZA’ MUKTI, dan alam LAKHUT disebut juga dengan nama alam BARZA’ MULIA.

Kalau Alif-Alif Mutakalimun itu dinamakan juga sebagai NUR ALLAH, maka Alif-Alif yang terakhir ini disebut NUR ILLAHI. Agar tidak membingungkan, maka disini perlu kami artikan sebagai berikut:

NURULLAH ialah NUR dari ALLAH,

NUR ALLAH ialah NUR nya ALLAH,

NUR ILLAHI ialah NUR nya ILLAHI.

Sehabis Johar Siddiq sebelum sampai di alam AKBAR, terlebih dahulu harus dapat menembus sebuah alam lagi, ialah Alam MALAKUT (disebut juga alam BARZA’ AWAL SUCI atau KACA MIRATHUL KHAYAI). Dari alam Malakut ini barulah terletak alam AKBAR atau alam JATI SUCI atau SONYA RURI, atau AWANG-AWANG UWUNG-UWUNG atau DAMAR KANDHIL atau alam LAUHUL MAKHFUZ atau LOKH MAKHFUD.

Alam ini berisi DHAT LAESA atau DHAT SUC1 JATI, merupakan kumpulan dari:

1. Annasir Dhat
2. Annasirun Sifat Dhat
3. Ghaibul Bukhti
4. Dhattul Huluwiyyati.

DHAT LAESA adanya di Alam AKBAR / LAUHUL MAKHFUZ / SONYA RURI / DAMAR KANDHIL / AWANG-AWANG UWUNG-UWUNG / LOKH MAKHFUD.
FIRMAN Allah dalam Al - Qur’an:

DAN SESUNGGUHNYA KAMI DIRIKAN DI ATASMU TUJUH BUAH PETALA (LANGIT) YANG KOKOH“. (Selanjutnya - Bismillah)

Anda sedang membaca Kitab Ilmu Makrifat Islam: Allah Dan Illahi . Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top