Sufipedia

The Teachings of Grandshaykh Abdullah Faiz ad-Daghestani by Maulana Shaykh Nazim al-Haqqani

[Descendant of the family of the Holy Prophet Muhammad (saws) And also descendant of Mawlana Shaykh Jalaluddin al-Rumi (qs)]

Syekh Abdullah berkata, "Jika seekor kutu berada di kakimu dan kamu mengatakan, 'tidak apa-apa, hanya di kaki saya.' - maka kamu akan menemukannya, tidak di kakimu, tapi di dalam rambut kepalamu!" Merujuk pada perkataan di atas, kita harus mengetahui bahwa ada dua jenis orang. Orang yang baik akan memperlihatkan sikap rahmat dan toleransi kepada semua. Mereka yang memiliki karakter buruk, sebaliknya, senang melihat orang lain menderita. Mereka memberikan kesulitan kepada setiap orang. Orang-orang berkarakter buruk datang kepada yang baik dan berkata, "Biarkanlah kami menjadi penjaga pintumu." Ketika orang-orang baik tersebut menerima mereka yang buruk (dengan jawaban, "Tidak apa-apa, tidak masalah), orang-orang buruk tersebut merampas semua yang dimiliki orang-orang yang baik. Kamu harus berhati-hati. Jangan pernah bersikap toleran pada iblis atau memberikannya wewenang. (Iran, contohnya, membiarkan Khomeini kembali - dan kemudian selesai). Ini seperti memberikan izin pada ular dan kalajengking untuk hidup dalam rumahmu. Demokrasi membolehkan musuh-musuhnya untuk bekerja dalam batas-batas tersebut. Quran berfirman, "Jangan percaya kepada mereka yang tidak berkeyakinan, memiliki sifat, atau jalan yang sama denganmu." Bahkan bila orang itu Muslim - bila dia tidak berpendapat dan berpikir yang sama seperti kamu, jangan percaya kepadanya.

--00--

Apakah derajat paling rendah dari keyakinan yang harus kita jaga dalam kehadirat Allah? Grandsyeh kita mengatakan kepada kita bahwa keyakinan yang paling rendah adalah nilai yang sama yang kita janjikan kepada Allah yang Maha Kuasa pada Hari yang Dijanjikan, sebelum datang ke dunia ini. Keyakinan yang terendah tersebut sudah cukup untuk tetap mengingat Allah ketika sendirian di pulau terpencil bersama seorang wanita cantik. Bagaimana bisa seseorang memiliki keyakinan yang demikian? Bagaimana jika dia saudara perempuanmu? Anak perempuanmu? Iman (keyakinan) bermakna bersih, dan keimanan tidak pernah menetap di tempat yang kotor atau dalam hati yang kotor. Merujuk pada hadits ini, kita harus melangkah agar kita hidup bersama orang-orang yang selalu dengan Tuhannya. Bila tidak, kita akan terus hidup bersama ular dan kalajengking. Iman harus ada selamanya - tanpa pengecualian.

--00--

Pay Attention!
Maulana bertanya kepada salah satu murid beliau, "Apakah kamu menyimak apa yang baru saya katakan?" Jangan katakan kepada saya bahwa kamu sudah mendengar semua ini sebelumnya. Beberapa hal cocok digunakan di lebih dari satu tempat. Bawang bombay yang digunakan untuk masak bisa dipakai dalam banyak hidangan. Kamu jangan berkata, "'Tidak, saya sudah menggunakannya untuk sup.' Kamu boleh menggunakannya untuk salad juga. Kalian harus selalu menyimak semua yang saya ucapkan."

--00--

Real Muslim
Bukanlah adab yang baik bagi orang untuk bersikap saling menusuk dan menendang seperti hewan liar. Sebuah hadits bersabda: "Siapakah muslim itu? Seorang muslim adalah dia yang tidak membahayakan siapapun. Tidak dengan tangannya maupun dengan ucapannya. Hal ini merupakan penerimaan yang luas untuk masuk Islam dan ini berlaku bagi semua orang. Rasulullah (saw) bersaksi atas hal ini: bukanlah masalah dari negara atau agama apa kamu berasal, bila kamu menyakiti orang lain kamu bukanlah seorang muslim sejati; kamu bersama hewan-hewan di kandang.

--00--

Holy Damascus
Grandsyeh menyampaikan bahwa bagi orang yang hidup di daerah Damaskus, Allah melihat kepada mereka dua kali sehari. Bila seseorang mati di Damaskus dengan dua puluh empat ribu dosa, Allah akan mengubahnya menjadi dua puluh empat ribu perbuatan baik. Damaskus merupakan daerah Suci, tempat untuk Hari Pengadilan, di mana dua kali sehari datang Nur dan rahmat. Daerah ini meliputi seluruh area yang bisa dilihat seseorang dari minaret Mesjid Umawi dan berkahnya menyebar sejauh enam hari perjalanan dengan unta di semua arah. Begitu mulianya daerah ini hingga Grandsyeh pernah membicarakannya selama empat puluh hari!

--00--

Secret Titles Of The Saints
Semenjak zaman Adam (as) dan sampai Hari Akhir, Allah yang Maha Kuasa telah memberikan empat wali besar tugas untuk menentukan dan mengurus seluruh dunia ini. Ketika salah satu pergi, yang lain datang untuk menggantikan tempatnya. Keputusan mereka mengendalikan para raja dan sejarah. 

Qutub al-Bilat memiliki kendali untuk semua negeri. Qutub Irsyad mengirimkan setiap orang menuju takdirnya. Qutubnya para Qutub ialah Qutub Aktab; dia bertanggung jawab untuk Qutub yang lain serta tubuh spiritualnya berada di Ka'bah. Qutub Mutassarif ialah pemegang rahasia ilmu. Dia memiliki kekuatan untuk membuat segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. 

Inilah gelar-gelar rahasia, hanya diketahui oleh mereka yang menyandangnya. Mereka orang-orang yang tidak dikenal; mungkin orang yang mendorong gerobak di pasar merupakan salah satu dari mereka! Allah yang Maha Kuasa menyerahkan anak-anak Adam (as) hampir sepenuhnya dalam penjagaan mereka; hanya satu kali sehari Tuhan kita melihat kepada kita guna melindungi diri kita dari Setan. 

Grandsyeh kita adalah wakil dari Rasulullah untuk zamannya. Beliau menyampaikan kepada kita bahwa ada seratus dua puluh empat ribu nabi dari Adam (as) sampai nabi terakhir, Muhammad (saw). Untuk setiap maqam, ada maqam yang lebih tinggi. Allah yang Maha Kuasa berfirman, "Di atas setiap orang terpelajar, ada yang lebih terpelajar." Ilmu merupakan samudra tiada batas; ada ufuk di atas ufuk. Kita harus selalu ingat bahwa seberapa banyak yang kita tahu, ada orang yang lebih tahu. Selalu, kita cenderung meletakkan semua ilmu dalam batas-batas yang diri kita sendiri mengetahuinya. Kita tak boleh melakukan kesalahan ini.

Tak ada batas dalam ilmu ataupun pencarian.

Secret Knowledge
Satu hal yang penting dan baik dari ajaran Grandsyeh kami: pengetahuan terbaik adalah hikmah rahasia di dalamnya, bukan pada kulit luarnya. Siapapun yang sudah diberikan makna rahasia ini telah dicurahkan hal yang paling berharga. Siapapun bisa menemukan tiram di pantai, tapi untuk menemukan mutiara kamu harus menyelam di kedalaman.

Tempurung merupakan pemelihara mutiara. Setiap orang bisa membaca Qur'an dan hadits, tapi tidak semua orang bisa memahami hikmah rahasia yang terkandung di dalamnya. Ini tidak diberikan kepada setiap orang. Allah yang Maha Kuasa hanya memberikan rahasia ini pada hati hamba-hambaNya yang suci.

Ketika seorang hamba diberikan pengetahuan berharga ini, hatinya menjadi seperti air mancur di mana banyak orang bisa minum.

Anda sedang membaca Mutiara Hikmah Sufi Grandshaykh Abdullah Faiz ad-Daghestani. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top