Sufipedia


Dalam beberapa ajaran Sufi, Al-Quran dianggap sebagai representasi alam semesta. Sementara, intisari Al-Quran ada pada Surah Al-Fatihah. Intisari Surah Al-Fatihah ada pada Lafal Basmalah. Intisari Lafal Basmalah ada pada Huruf Ba. Intisari Huruf Ba ada pada Titik Ba. Titik Ba adalah perlambang Keilahian. Suwung. Suwung hamengku ana (Suwung yang memangku keberadaan).

Pada Huruf Ba, lengkung serupa perahu di bagian atas adalah perlambang keberadaan yang dipangku oleh titik di bawahnya. Bahwa keberadaan itu dipangku oleh Suwung, oleh Keilahian. Titik Ba adalah awal sekaligus akhir dari segala keberadaan (sangkan paraning dumadi). Dari Titik Ba segala keberadaan tergelar, kepada Titik Ba segala keberadaan tergulung. Gumelar dan gumulung. Manusia sejati adalah ia yang terus menyadari awal gumelar sekaligus akhir gumulungnya.

Perjalanan spiritual pencarian jati diri seorang manusia yang ingin mencari makna hidupnya, mencari kedamaian, mencari Titik Ba ke mana-mana, sementara ia sangat dekat dengan dirinya sendiri, di dalam dirinya sendiri.

Di rahim penciptaan, segala sesuatu saling berhubungan layaknya jejaring yang tak pernah diam. Di sana, getaran-getaran serupa akan saling menarik. Pikiran dan kesadaranmu harus diarahkan untuk bergetar dengan frekuensi yang selaras dengan getaran sesuatu yang kau inginkan. Itulah yang kau undang ke dalam hidupmu sebagai kenyataan. Segala hal di sekitarmu tak lain adalah pantulan-pantulan getaranmu sendiri.



Anda sedang membaca Tafsir Titik Ba Pada Huruf Ba. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Terima kasih.

Post a Comment

 
Top