Sufipedia

Nabi Muhammad berhadapan dengan banyak sekali jenis manusia semasa hidupnya, dengan tingkat kecerdasan dan spiritual yang berbeda-beda. 

Ajaran yang beliau sampaikan kepada umat awam tentunya berbeda dengan ajaran yang beliau sampaikan kepada umat khos. Celakanya, ajaran untuk umat khos ini dalam sejarah sering ditindas penguasa. 

Umat khos inilah yang disebut dengan kaum sufi. Al-Hallaj dan Syekh Siti Jenar pun difatwa sesat. Di tanah Jawa, ajaran yang mula-mula masuk adalah ajaran sufi, sampai kemudian karena kepentingan politik dan yang lainnya kaum sufi seperti Syekh Siti Jenar dan ajarannya pun dihabisi. 

Beruntung tanah Jawa mempunyai Sunan Kalijaga. Oleh beliau, ajaran-ajaran sufi dihadirkan dalam bentuk seni pertunjukan seperti pagelaran wayang kulit atau tetembangan seperti Lir Ilir (yang secara konten persis dengan kitab Manthiquth Thayr karya sufi besar Fariduddin Attar). 

Ajaran Sunan Kalijaga di kemudian hari lantas berkembang menjadi Islam Kejawen. Bisa dibilang, tanpa Sunan Kalijaga, Jawa dan Nusantara bisa senasib dengan Afghanistan atau Pakistan.

Ila hadrati Kanjeng Seh Malaya utawi Kanjeng Susuhunan Kalijaga: Al-Fatihah!


Anda sedang membaca Warisan Ajaran Sunan Kalijaga. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top