Sufipedia


Pengendalian Diri menjadi tampilan kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang. Pengendalian diri ini utamanya berasal dari potensi spiritual yang ada dalam diri manusia. Dimana potensi spiritualnya aktif dan membina potensi-potensi lainnya yang ada dalam diri.

Dengan spiritualitas, seseorang mampu mengaktifkan potensi rasionya, sehingga ia memahami sesuatu hal berdasarkan pengetahuannya (Intelektualnya). Ia memahami sesuatu dengan sangat logis  dan melahirkan kesimpulan-kesimpulan bijaksana dalam menyikapi hal yang sedang ia hadapi.

Lalu, dari situ seseorang mulai mengendalikan potensi emosionalnya. Agar situasi dan kondisi terkendali, tidak tergesa-gesa dan tidak tidak terguncang terhadap sesuatu yang sedang ia alami.

Yang pada akhirnya, orang itu akan mengaktualisasikan atau menerapkan (potensi Aktulaitas) hasil dari kebijaksanaannya dalam sikap dan tindakkan yang benar, tepat dan menjaga situasi tetap kondusif.

Mereka yang menyikapi segala sesuatu (terutama permasalah/ujian) dengan penuh emosi (amarah dan kegalauan), menandakan tidak aktifnya potensi spiritual di dalam dirinya. Atau dalam bahasa lebih sederhananya kita sebut dengan kehilangan kesadaran.

Kita sering menyebutnya dengan Khilaf, Kalap, Kalut dan Gelap Mata (Kondisi Kegelapan Hati/Bathin).

Anda sedang membaca Pengendalian Diri. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top