Sufipedia

Cobaan ditimpakan kepada para wali agar tidak ada lagi yang mengaku-ngaku sebagai wali, dan di antara tanda kewalian seseorang adalah kesabarannya menghadapi tindakan menyakitkan dan kesewenang-wenangan makhluk terhadap dirinya. Para wali seakan-akan menjadi buta dari sesuatu yang mereka lihat dari makhluk, menjadi tuli dari sesuatu yang mereka dengar dari makhluk, dan sesungguhnya mereka menjadi tuli dan buta dari selain Allah.

Para wali telah diuji oleh tangan takdir Allah, cinta-Nya, kelembutan-Nya. Allah membolak-balikkan keadaan mereka, dunia mereka untuk mencari dunia, akhirat mereka untuk mencari akhirat, sedangkan Dia masih senantiasa bersama mereka. Para wali memberikan dunia pada yang fakir dan memberikan pahala akhirat kepada mereka yang gagal mencarinya.

Ketahuilah, orang arif akan mengasihi para pelaku maksiat, karena ia adalah tempat rahmat, taubat, dan mohon maaf. Akhlak orang arif diperoleh dari akhlak Allah, ia berusaha keras membebaskan orang dari tangan maksiat, nafsu, dan tabiat makhluk yang buruk. Orang arif berbicara dengan makhluk dengan hukum yang bentuknya adalah perintah dan larangan-Nya, dan ia tidak berbicara kepada mereka dengan ilmu yang bentuknya sirr.

Ketika salah satu dari kalian beramal dengan ilmu zahir, maka Nabi akan menyuapimu dengan ilmu batin dan hukum batin, sebagaimana burung menyuapi anaknya. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa orang bodoh melihat dengan mata kepalanya, orang berakal melihat dengan mata akalnya, dan orang yang arif melihat dengan mata hatinya, sehingga saat makhluk dan keluarganya berada di sisinya seakan-akan semua hilang dari dirinya, dan tidak ada sesuatupun di sisinya selain Allah.

Sepakatlah kamu dengan Allah tentang makhluk dan janganlah kamu sepakat dengan makhluk tentang diri-Nya. Waha kaum, seungguhnya dunia ini gelap dan ilmu adalah cahaya bagi kegelapan, mereka yang tidak memiliki ilmu maka akan tersesat dalam kegelapan dunia, dan akan lebih banyak berbuat kejelekan dibandingkan kebaikan.

Wahai saudaraku, jika kezuhudanmu hanya secara zahir sedang batinmu masih mengharapkan dunia, maka ini adalah kezuhudan yang batil dan kamu pasti mendapatkan balasan akibat perbuatan tersebut, karena kamu telah menipu Allah, padahal Dia Maha Mengetahui. Tinggalkanlah semua dosa zahir dan batinmu, lalu kerjakanlah perbuatan yang baik yang bersifat zahiriah, dengan begitu engkau akan dapat berdiri di depan pintu-Nya dan mendekati-Nya.

Orang mukmin yang yakin dan arif yang dalam mengasingkan diri dari makhluk dengan hati dan sirr-nya pasti akan sampai pada suatu kondisi di mana jiwanya terlempar di hadapan-Nya dan tidak berdaya sama sekali. Wahai saudaraku, sesungguhnya yang tidak dapat membuatmu mengenal Allah dan para wali-Nya adalah karena kecintaan kalian dan kerakusan kalian kepada dunia, serta karena kesenangan kalian dalam mengumpulkanya. Ingatlah akhirat dan tinggalkan dunia dengan kedermawanan dan kebaikan sifatmu.

Anda sedang membaca Ujian Buat Para Kekasih Allah. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Official LINE of Sufipedia Nusantara, LINE ID: @sufipedia | Telegram Group: @sufipedia. Terima kasih.

Post a Comment

 
Top