Sufipedia

Jika orang itu lupa dengan segala-galanya kecuali Allah swt, maka ia dinamakan "Majdzuburrahman". Demikian istilah para sufi, dan dalam kepribadiannya ia biasanya berusaha untuk menutupi kesholihannya, dengan berpakaian kotor dan berlaku seperti orang gila, hal ini tidak disukai oleh para Ulama dan Ahlilma’rifah billah, namun mereka tak mau merendahkannya, sebagaimana peringatan Rasul saw agar jangan merendahkan mereka sebagaimana dalam hadits Nabi SAW: 

"Barangkali orang yang berpakaian rombeng dan kumal yang diusir-usir di pintu-pintu rumah itu, bila bersumpah dan berdoa kepada Allah, Dia segera mengabulkannya". (HR Muslim)

Orang seperti ini bukan panutan kita, namun tidak pula kita boleh menghinakannya.

Ada beberapa sifat Wali Allah yang Allah memang berkehendak dalam penciptaannya, dan salah satu contoh wali Majdub, mereka memiliki hati yang terikat dengan Allah tanpa syarat, diri mereka terkenal dikalangan majelis langit namun didunia mereka melawan kemapanan karena batin mereka berdetak hanya memuji Allah dan Rasul semata, mereka tercipta sebagai TIANG LANGIT, kekasih-kekasih Allah yang beredar dimuka bumi dengan berkah Rahmat di area tersebut untuk menjauhi perbuatan dosa, menengahi permusuhan, mendoakan kesejahteraan masyarakat setempat pun mampu menangkis musibah atau bencana alam dengan doa mereka, dan bila melakukan sesuatu kegiatan terkadang diluar logika manusia jauh dari nalar, namun dibalik itu ada ilmu-ilmu Allah dan perintah-perintah Allah yang sedang mereka perbuat demi kemaslahatan, Allahu Akbar, wali Majdub pun tercipta untuk menyenangkan hati perindunya, muridnya tamunya namun juga tercipta agar malaikat dapat tertawa.

Sungguh manusia tidak akan mampu menafsirkan kedigdayaan ilmu Allah karena pada dasarnya manusia hanya memiliki batasan logika dan syahwat yang senang menentang kebenaran, padahal apabila mereka paham sesungguhnya langit bergemuruh menyebut dan bershalawat kepada kekasih-kekasih Allah yang seperti ini. Dan akhirat sesungguhnya nyata dan sebaliknya dunia adalah fana, bagi para pembaca yang tidak memahami untuk tidak berburuk sangka sebaiknya pelajari dan menanggapi dengan santun karena kata-kata yang baik di terima Allah dan kata-kata buruk akan berakibat pada masa depan kalian baik dunia dan akhirat, jaga perbuatan kalian karena Rabb yang mengawasi kita lebih dekat dari urat leher kita sendiri.

Anda sedang membaca Adab Terhadab Waliyullah Majdub. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Terima kasih.

Post a Comment

 
Top