Sufipedia

Sulthanul Awliya Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al Qubrusi Al Haqqani

Ada sebuah hadist suci, Haditsu Sharif, yang juga diketahui pada zaman kita dan sampai juga kepadaku bahwa Sang Nabi-sallaLlahu alayhi wa sallam bersabda:

"Rutbatu-l 'ilmi 'ala rutab!"

Derajat tertinggi yang bisa diminta oleh seseorang untuk mencapainya adalah 'ilm.

'Ilm akan membuka tabir-tabir gelap kebodohan dan memotongnya dan memperlihatkan sesuatu dari hakikat. Karena itu yang paling penting dalam hidup kita adalah untuk belajar.

Pertama: "Man 'arifa nafsa, faqat 'arifa Rabba!" (Yang mengenal dirinya, mengenal Tuhan-Nya) Pertama-tama kalian semua harus melihat diri kalian; kalian harus berusaha belajar tentang diri kalian dan kemudian kalian meraih tingkat lain dari pengetahuan yang tentunya berbeda dari tingkat pertama.

Dapat kita katakan: tingkat bumi dan tingkat Surgawi. Saat kalian belajar sesuatu ditingkat pertama, lalu kalian dapat menemukan suatu jalan untuk meraih Tingkat Pengetahuan surgawi. Oleh karenanya pertama-tama kenali dirimu! Berikan perhatian, perhatian penuh, dari makhluk lain dan lalu perhatikan dirimu, untuk mengenali "dirimu". Itulah sebuah pengetahuan yang dimiliki oleh tubuh fisik kita, dan tubuh fisik bukanlah identitas kalian, bukan. Kalian mempunyai tubuh fisik dan kalian mempunyai sebuah identitas. Itulah sesuatu, sesuatu yang lain. Perhatikan diri kalian sendiri dan berikan perhatian sepenuhnya terhadap diri kalian sendiri.

Berusahalah untuk mempelajari sesuatu tentang tubuh fisik kalian. Sampai hari ini mungkin hanya para dokter yang berusaha memperoleh rahasia-rahasia dari tubuh fisik kita, tapi kini para dokter itu sudah begitu jauh, (seperti) bumi, berapa jauhnya dari Surga, dan tetap saja mereka masih sangat jauh dalam memahami tentang tubuh fisik kita beserta rahasia-rahasianya! Selama ribuan tahun kaum terpelajar berusaha, para dokter atau ilmuwan dan kini juga mereka membuat, berusaha untuk mencari berbagai jalan untuk mencapai identitas struktur tubuh kita.

Subhanallah, X! Bangkitlah! X adalah saudara kita dari Mesir. Mereka mempunyai banyak Piramida. Piramida adalah sebuah bangunan dan mereka membangunnya atas perintah Fir'aun. Tapi mereka membuat semacam jalan-jalan rahasia, membuat rancangan-rancangan (dalam membuat jalan-jalan rahasia), kini manusia dengan segala hal yang dimilikinya masih saja tidak sanggup membawa sebuah solusi bagi rahasia-rahasia dan cara membuka rahasia-rahasia Piramida. Mereka hanya melihat/memperhatikan, tapi mereka tidak pernah benar-benar sanggup bahkan hingga hari ini untuk memperoleh rahasia-rahasia Piramida! Itulah, apa yang kami katakan, jika ini adalah sebuah karya manusia. Buatan manusia, yaitu Fir'aun, mungkin dibuat kurang lebih sebelum 7.000 tahun yang lalu, Allah yang lebih mengetahui. Mereka berkata 7.000, namun itu tidak benar.

Jika seorang manusia membangun sebuah bangunan/gedung dan seluruh ilmuwan tidak sanggup memperoleh rahasia-rahasianya, maka bagaimana dengan buatan Allah? Bagaimana? Siapakah yang bisa berkata: "Kami berhasil memperoleh rahasia-rahasia tubuh manusia". Saya berkata: Tinggalkan rahasia-rahasia manusia–ambillah sebuah lalat. Lalat, apakah kalian pikir bahwa ilmu pengetahuan telah mendapat sebuah pemahaman tentang seekor lalat? Tinggalkan Piramida- (lalat) hanya sebuah makhluk kecil, jika kalian meniupnya, kalian bisa saja menghancurkannya. Bagaimana dengan manusia atau seorang manusia? Bagaimana mereka bisa menjadi ada? Mekanisme mana yang membuat setiap manusia bebas menyebar diseluruh muka bumi, pergi, datang, melakukan banyak hal- bagaimana jadinya ini? Rahasia dibalik rahasia!

Oleh karena itu- kalian dapat mengerti sesuatu melalui pengetahuan kalian, tapi pengetahuan itu tidak pernah membuat kalian puas. Manusia, setiap manusia adalah makhkluk hidup yang berbeda. Kalian bisa saja berkata seluruh ummat manusia mempunyai mekanisme yang sama, tapi sesungguhnya tidak, tidak pernah sama!

Setiap manusia adalah makhluk hidup yang bebas, isyarat Ke-Esa-an Allah yang Maha Kuasa! Dia-lah Sang Pencipta! Oleh karenanya pengetahuan itu yang harus kita usahakan untuk dipelajari, ini tidak terbatas, karena batas-batas pengetahuan struktur seseorang, bagi tubuh fisiknya, sangatlah rumit. Tapi orang-orang, mereka mempelajari mengenai struktur mereka, hanya beberapa orang yang berusaha belajar sesuatu, tapi itu hanyalah setetes air dari lautan. Itulah yang kami katakan dalam Hadits ini: "Man 'arifa nafsa, faqad 'arifa Rabb!" Azamatu Rabb!

Allah yang Maha Kuasa memiliki Kekuatan tanpa akhir, Samudera Kekuatan mutlak, Samudera Pengetahuan mutlak, samudera kemenangan mutlak, samudera tanpa akhir yang datang kepada seseorang, memberikan sesuatu dari setiap samudera kepada manusia, jadi ketika kalian berusaha belajar tentang diri kalian, kemudian memperoleh sebuah pembukaan tentang Tuhan Penguasa Surgawi, Pencipta-mu.

Oleh karena itu kami mempunyai sebuah perintah atau laporan dari Kitab Suci kita: "Tolabu-l 'ilm faridatun 'ala kulli Muslimin wa Muslimaat!" Belajar merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang baik laki-laki mau pun perempuan. Mereka berkata apa artinya itu bagi diri mereka sendiri,'talabu-l 'ilm'? Ini pengetahuan itu, 'ilmu-l hal, tentang diri kalian- untuk mengenal diri kalian sendiri. Dan mempunyai tingkatan tidak terhitung untuk mencapai sebuah pengetahuan sejati tentang diri kalian sendiri.

Setiap orang. Bagi setiap orang untuk membuka samudera lain, untuk masuk kedalamnya dan mengetahui, karena tiap-tiap individu berbeda. Oleh karenanya sangatlah penting… Haditsu Sharif: "Man 'arifa nafsa."

Melalui pengetahuan itu yang merupakan milik dari keberadaannya, seseorang dapat menemukan sebuah jalan menuju Sang Pencipta, kepada Allah yang Maha Kuasa. Jika tidak mengetahui tentang diri sendiri, maka ini tertutup dan mereka berada dalam kegelapan. Untuk menyingkirkan kegelapan, Allah yang Maha Kuasa mengutus hamba-hamba-Nya yang terpilih, bahwa hidup mereka milik Surga.

Mereka sebenarnya adalah makhluk surgawi, hanya didandani sebagai seorang manusia. Oleh karena itu mereka bertanya: "Mengapa tidak datang Malaikat untuk membawa Perintah-perintah surgawi bagi diri kami dan malah diutus melalui kepada manusia dengan seorang manusia yang mulia untuk menyampaikan?" dan Allah yang Maha Kuasa menolak protes mereka dengan bersabda: "Jika Aku mengutus Malaikat, Aku akan mendandani mereka sebagai seorang manusia agar dapat memahami manusia, karena Malaikat tidak bisa tahu rahasia-rahasia manusia!

Oleh karenanya, jika datang seorang Malaikat membawa Perintah-perintah-Ku kepada manusia, mereka harus menyerupai seorang manusia!"

Waspadalah kepada perempuan! Orang-orang berusaha menjadikan perempuan sebagai presiden! Masyarakat Bangladesh juga mempunyai seorang presiden perempuan. Perempuan hanya bagus di dapur. Tidak lebih. Bagaimana mereka menjadi presiden! Disana pasti ada juga ruang dapur mereka, untuk memenuhi perasaan-perasaan mereka, karena perasaan mereka selalu lari ke dapur. Mereka tidak pernah suka masakan kita, bagaimana kita menyiapkan rumah. "Singkirkan! Keluar! Kami tahu, kalian tidak tahu."

Paham? Ini penting! Laki-laki. Seluruh nabi pastilah laki-laki. Wilayat, Kewalian, dapat juga dikaruniakan kepada wanita (lady) bukan kepada perempuan (woman) tapi wanita (lady). Siapakah wanita (lady)? Mereka adalah yang menjaga kehormatan diri mereka dan mereka: "wa karna fi buyutikun" bukan yang berlarian keliling kota, berkeliaran dijalan-jalan! Bukan, mereka bukan wanita (lady), mereka perempuan (woman)!

La haula wa la quwatta illa bi-llahi-l 'Aliyu-l 'Adzim!

Ini adalah lautan yang teramat luas dan dapat dikatakan kami hanya mengambil setetes air pada tepi sebuah jarum. Wahai kalian, tanyakan bagaimana bisa menjadi laki-laki dan perempuan, atau bagaimana bisa menjadi pria dan wanita? Siapakah yang menunjuk seseorang melalui kandungan mereka, kandungan sang ibu: "Ini pastilah laki-laki, pria", kemudian: "Ini pastilah perempuan?" Dari sanalah kita harus memulai dan siapakah yang memberikan perasaan spesial kepada kaum laki-laki, siapakah yang memberi, menganugerahi perempuan perasaan khusus atau kekhususan? Siapakah yang itu, laki-laki, yang ini, perempuan? Tanyakan: kepada ibu atau ayahmu apakah mereka memberikan perasaan atau kekhususan melalui rahim ibu atau istrimu? Wahai kalian, mereka tidak berpikir akan itu, mereka bertengkar! Kalian tidak diciptakan untuk bertikai, tidak, kalian diciptakan untuk tahu!

"Bismillahir Rahmanir Rahim! Ar-Rahman, 'alama-l quran, khalaka-l insan, 'alamahu-l bayan." Pengajaran Dia dianugerahkan kepada manusia, ini sebuah kekhususan yang diperuntukkan hanya kepada manusia yang tinggal di muka bumi: agar sanggup mengambil pengetahuan dari Hadirat Illahiah.

"Ar-Rahman", itulah Samudera Rahman yang tiada akhir, dianugerahkan kepada setiap makhluk. Jika tidak mencapai Samudera Rahman-Nya yang tiada akhir tidak akan ada keberadaan. Oleh karenanya dikatakan: "Ar-Rahman, 'alama-l Qur'an, khalaka-l insan, 'alamahu-l bayan"...Itulah samudera, kami tidak memasukinya. Kami tidak bisa, karena hanya bisa kami bicarakan berdasarkan tingkat pendengar yang datang, agar tidak berlebihan, tidak. Kemudian kalian dapat menemukan sebuah jalan menuju Tuhan-mu, Pencipta-mu.

"Rahman, 'alama-l Qur'an", pengajaran datang dari Rahman kepada beberapa orang, yang telah dianugerahi semacam kekuatan spesial melalui pemahaman mereka dan kekuatan spesial yang berkembang melalui pikiran kita atau melalui qalbu kalian, (besarnya kekuatan spesial adalah) sebanyak bagaimana kami dapat menjaga diri dari tubuh fisik dan keinginan-keinginannya (ego). Kemudian kalian dapat meraih untuk belajar, apa yang diajarkan oleh Ar-Rahman: "'Alamahu-l Qur'an." Kepada siapa? Pertama kepada Nabi-alayhis salam, kemudian datang, datang, datang, segala hal mengambil bagian mereka dari pengetahuan, pengetahuan Suci dari Kitab Suci Al Qur'an. "khalaqa-l insan". Dia menciptakan manusia, kemudian memberikan "'alamahu-l bayan", memberikan sebuah kekhususan, bahwa mereka dapat berbicara, apa yang mereka ketahui. Apa yang mereka pelajari dapat mereka ungkapkan. Bukan datang dari dalam, mereka juga bisa berkata seperti itu tentang apa yang mereka ketahui dan kemudian itulah Samudera tanpa akhir. Oleh karenanya 'Bahru-l Ma'rifa', Samudera Pengetahuan Suci bagi Allah yang MahaKuasa, mereka Samudera tak terhitung dan tanpa akhir.

Semoga Allah merahmati kalian dan mengampuni aku dan menganugerahi kita untuk memahami sesuatu! Kami hanya dapat berbicara pada tingkatan terendah, kami tidak dapat melebihinya walaupun hanya satu milimeter. Karena dapat melelehkan seluruh manusia, jika mereka tidak mempunyai persiapan untuk tingkat tersebut! Tingkat itu Nur, Cahaya dari tingkat tersebut dapat membakar tubuh fisik mereka, mereka tidak akan dapat datang lagi.

Semoga Allah mengampuni kita! Demi kehormatan yang paling terhormat dalam Hadirat Illahiah-Nya, Sayyidina Muhammad -sallaLlahu alayhi wa sallam, Fatiha.

Anda sedang membaca Ar Rahman adalah Samudera Pengetahuan Tak Bertepi. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Terima kasih.

Post a Comment

 
Top