Sufipedia


Gara-gara salah memahami Syiar, gara-gara hanya memahami Islam sepenggal-penggal, gara-gara memahami Islam sebatas kulit belaka, gara-gara berambisi menjadikan Islam sebagai kekuatan profan, gara-gara kemunafikan memanfaatkan lambang dan simbol Islam, gara-gara terlalu bangga pada diri sendiri, ibadahnya sendiri, amalnya sendiri, gara-gara suka apriori kepada pluralisme internal ummat, gara-gara ingin cepat jadi Ustadz, ingin cepat jadi Ulama, ingin cepat jadi Kyai...

Maka Islam hanya jadi bulan-bulanan tontonan, Islam jadi ajang bisnis, Islam jadi alat menyerang kelompok yang tak sepaham, Islam jadi alat legitimasi politik, Islam jadi sasaran empuk dan bahan baku industri kapitalisme, Islam jadi bahan lawakan, Islam jadi tontonan yang menyakitkan. Bahkan Islam dijadikan alat untuk membela kebatilannya, kemunafikannya, keriya’annya, kebusukannya, kebanggaan harga dirinya, prestasi sosial dan jabatannya.

Ya Allah, akhir zaman model apalagi ini? Zaman akhir seperti apalagi setelah ini?

Semoga semua itu sebagai cara-Mu untuk mengubah ummat lebih dekat kepadaMu, yang terkadang Engkau menakdirkan mereka lebih dahulu bermaksiat kepadaMu... (Cahaya sufi Desember 2005)

Anda sedang membaca Islam Tuntunan Bukan Tontonan. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Terima kasih.

Post a Comment

 
Top