Sufipedia

Kutiban Injil Barnabas yang meriwayatkan mengenai Nur Muhammad dan kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi penutup.

Nur Muhammad Dalam Injil Barnabas
Pasal 43:
  1. Kemudian turunlah Yesus menuju kepada kedelapan muridnya yang menantikan di bawah.
  2. Lalu diceritakanlah oleh ke empat orang itu kepada yang kedelapan akan segala yang mereka saksikan.
  3. Dan begitulah pada hari itu telah hilang dari hati mereka tiap keraguan tentang Yesus, kecuali Yudas Iskariot yang tidak mempercayai pada sesuatu pun.
  4. Kemudian duduklah Yesus di kaki bukit itu, sambil mereka makan dari buah-buahan gurun sahara karena mereka tidak mempunyai roti.
  5. Ketika itu berkatalah Andreas: “Sesungguhnya telah banyak engkau ceritakan pada kami tentang Messias, maka bermurahlah hatimu untuk menegaskan kepada kami tentang segala sesuatu.”
  6. Maka menjawablah Yesus: “Setiap orang yang bekerja, ia bekerja untuk suatu tujuan yang ia akan mendapatkan kekayaan bagi dirinya.”
  7. Dari itu kukatakan kepadamu: “Oleh karena sesungguhnya Allah itu Maha sempurna, maka Dia tidak membutuhkan pada kekayaan.
  8. Karena (seluruh) kekayaan itu ada padaNya.
  9. Maka dari sebab itu ketika Ia (Allah) menghendaki untuk menciptakan makhluk, maka diciptakannyalah roh Rasul-Nya sebelum segala sesuatu, yang karenanyalah Dia bertujuan menciptakan segala-galanya.
  10. Agar para makhluk mendapatkan kegembiraan dan berkah dari Allah.
  11. Dan Ia akan menggembirakan Rasul-Nya dengan segala makhluk yang telah diciptakan itu untuk menjadi hamba-hamba bagi Allah.
  12. Dan mengapa, bukankah telah terjadi demikian melainkan hanya karena Allah menghendaki itu?
  13. Sesungguhnya aku katakan kepadamu bahwa setiap Nabi apabila ia datang maka ia akan membawa pertandaan rahmat Allah itu hanya kepada satu umat saja.
  14. Dari sebab itu uraian-uraian mereka tidak melintasi masyarakat yang mereka diutus kepadanya.
  15. Akan tetapi Rasul Allah itu apabila datang, ia akan dikaruniai Allah suatu yang merupakan cincin stempel di tangannya.
  16. Maka ia akan membawa keselamatan dan rahmat bagi umat-umat bumi yang menerima ajarannya.
  17. Dan dia akan datang dengan kekuatan terhadap kaum yang zalim.
  18. Ia akan melenyapkan penyembahan berhala sehingga setan itu kecewa.
  19. Karena begitulah Allah telah menjanjikan kepada Ibrahim, firmanNya: “Lihatlah bahwa Aku dengan keturunanmu itu akan memberkahi setiap suku di bumi ini dan sebagaimana engkau wahai Ibrahim telah menghancurkan berhala-berhala, demikian pula turunanmu itu akan berbuat.”
  20. Yakub menanyakan: “Wahai Guru, katakanlah kepada kami: Dengan siapakah perjanjian itu dibuat?”
  21. Karena orang-orang Yahudi mengatakan dengan Ishak.
  22. Dan orang-orang Ismail mengatakan dengan Ismail.
  23. Yesus menjawab: “Putera siapakah gerangan Daud itu, dari keturunan yang manakah ia?”
  24. Yakub menjawab: “Dari Ishak, karena Ishak adalah ayah Yakub dan Yakub adalah ayah Yahuda yang Daud itu dari keturunannya.”
  25. Maka di saat itu Yesus berkata: “Jadi apabila Rasul Allah itu tiba, maka dari turunan siapakah gerangan dia itu?”
  26. Dijawab oleh para murid: “Daripada Daud.”
  27. Maka Yesus menjawab: “Janganlah kamu menipu dirimu.
  28. Karena Daud memanggilnya di alam rohani ‘Rabbi’ (guru), demikian katanya: Allah berfirman kepada rabbi (guru) ku: Duduklah engkau di sisi kananKu supaya kujadikan musuh-musuhmu tempat berpijak untuk kedua kakimu.
  29. Tuhan akan mengirimkan tongkatmu yang mempunyai kekuasaan di tengah lawan-lawanmu.”
  30. Maka apabila Rasul Allah yang kamu namakan dia Messias itu putera Daud, maka bagaimanakah Daud menamakan dia itu rabbi (guru)?
  31. Percayalah kamu kepadaku karena aku bertutur benar kepadamu bahwa perjanjian itu dibuat dengan Ismail bukan dengan Ishak.”
Pasal 44:
  1. Di saat itu para murid mengatakan: “Ya Guru. Dalam kitab Musa tertulis demikian, bahwa perjanjian itu dibuat dengan Ishak.”
  2. Yesus menjawab dengan keluhan: “Itulah yang tertulis.
  3. Akan tetapi Musa tidak menulisnya, dan Yusak pun tidak.
  4. Hanya para imam kita yang tidak takut kepada Allah (yang menulisnya).
  5. Sesungguhnya kukatakan kepadamu apabila kamu merenungkan akan uraian Malaikat Jibril, akan kamu ketahui kejahatan ahli Taurat dan para fakih kita.
  6. Karena Malaikat telah mengatakan: “Ya Ibrahim, dunia seluruhnya akan mengetahui betapa Allah mencintai engkau.
  7. Akan tetapi bagaimanakah dunia akan mengetahui kecintaanmu kepada Allah.
  8. Sungguh wajib atasmu untuk mengerjakan sesuatu demi kecintaan kepada Allah.
  9. Ibrahim menjawab: “Inilah dia hamba Allah bersedia untuk melaksanakan segala yang dikehendaki Allah.”
  10. Maka berfirmanlah Allah kepada Ibrahim: “bawalah anakmu yang sulung Ismail, kemudian naiklah ke bukit untuk kau persembahkannya sebagai korban penyembelihan.”
  11. Maka bagaimanakah Ishak itu bisa menjadi putera sulung sedang ketika ia dilahirkan Ismail berumur tujuh tahun?
  12. Maka ketika itu para murid menjawab: “Sesungguhnya tipu daya para fakih itu adalah nyata sekali.
  13. Dari itu katakanlah kepada kami kebenaran itu, karena kami mengetahui, bahwa engkau adalah utusan dari Allah.”
  14. Maka ketika itu menjawablah Yesus: “Sebenarnya kukatakan kepadamu, bahwa setan senantiasa berusaha untuk membatalkan syariat Allah.
  15. Dari sebab itu maka dia beserta pengikut-pengikutnya, kaum munafik dan pembuat kejahatan dewasa ini, telah menajiskan segala sesuatu.
  16. Angkatan pertama mengajarkan kepalsuan dan yang terakhir dengan kehidupan cemar.
  17. Sehingga kebenaran itu hampir tidak ada lagi.
  18. Celakalah bagi kaum munafik, karena pujian-pujian dunia ini akan berbalik menjadi hinaan dan siksaan terhadap mereka di neraka.
  19. Dari itu kukatakan kepadamu, bahwa Rasul Allah itu (=Muhammad) adalah suatu keindahan yang menggembirakan hampir semua yang diciptakan Allah.
  20. Karena ia terhias dengan jiwa pengertian dan musyawarah.
  21. Jiwa kebijaksanaan dan kekuatan.
  22. Jiwa takut (kepada Allah) dan kecintaan.
  23. Jiwa waspada dan keseimbangan.
  24. Terhias dengan jiwa kecintaan dan belas kasihan.
  25. Jiwa keadilan dan taqwa.
  26. Jiwa kelembutan dan kesabaran yang telah diterimanya dari Allah tiga kali ganda yang dikaruniakan oleh-Nya kepada seluruh makhluk.
  27. Alangkah bahagianya, masa yang ia akan tiba padanya ke bumi ini.
  28. Percayalah kamu kepadaku bahwa aku telah melihat dia dan telah memberinya hormat, begitu pula ia telah dilihat oleh semua Nabi.
  29. Karena Allah akan memberikan mereka jiwanya untuk kenubuatkan.
  30. Dan di kala kulihat dia, penuhlah aku dengan rasa terhibur, kataku: Ya Muhammad semoga Allah besertamu dan menjadikan aku layak untuk membuka tali kasutmu.
  31. Karena apabila aku mendapatkan itu, maka aku akan menjadi seorang Nabi yang besar serta kudus Allah.”
  32. Dan ketika Yesus mengatakan demikian itu ia bersyukur kepada Allah.

Anda sedang membaca Nur Muhammad Di Dalam Injil Barnabas. Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Terima kasih.

Post a Comment

 
Top