Sufipedia

Kitab Hakekat

Shirothol Mustaqim
Menurut cerita, Shirothol Mustaqim adalah jembatan atau jalan di atas Neraka menuju ke Surga yang besarnya seperti rambut di belah tujuh dan tajam seperti pedang. Yang bisa melewati berarti masuk ke Surga dan yang tidak bisa melewati masuk ke Neraka.

HAKEKATNYA adalah:
  1. Shirothol Mustaqim adalah Lidah kita atau jalan yang benar atau lurus, yaitu pitutur atau ucapan pelajaran agama yang benar. Jalan yang benar maksudnya Tekat yang benar, yaitu tekat atau bahwa kita akan kembali ke asalnya urip. Tekat itu tidak kelihatan atau tidak berwujud, di umpamakan rambut yang di belah tujuh.
  2. Obahe lidah atau ucapan yang keluar dari lidah, di umpamakan ogal-agilnya jembatan. Kalau sering berkata kotor, tidak benar, maka akan sengsara atau masuk Neraka. Dan kalau berkata yang baik, jujur, maka hidupnya akan senang, tentram atau bahagia atau masuk Surga.
BURUNG BUROQ
Menurut cerita Burung Buroq adalah kendaraan Nabi Muhammad SAW. di waktu naik ke langit sap pitu untuk menghadap Allah.

HAKEKATNYA adalah:
Tafakur atau Ening, dengan keluar masuknya nafas kita Muhammad adalah wujud kita 

Buroq adalah nafas kita atau angen-angen.

BANGUN DARI KUBUR
Pada waktu urip, manusia sejati seperti di kurung atau di pendam dalam wadag. Jadi wadag adalah kuburnya manusia sejati. Dalam Sakaratul Maut, manusia sejati oncat atau keluar dari wadag atau bangun dari kubur. Setelah bangun dari wadag, manusia sejati akan melanjutkan perjalanan di Alam Hewani atau Alam Arwah atau Alam oro-oro Maghsar yang sangat luas lantaran Alam Angen-angen yang luas. Sedangkan Wadag atau jasad akan di kubur atau di pendam dalam tanah.

SIKSA KUBUR
Yang di sebut kubur adalah Wadag atau jasad kita. Jadi yang di sebut siksa kubur adalah waktu jasad kita merasakan sakit, misalnya pusing, mules dan sebagainya.

SIKSA NERAKA
Manusia hidup ini adakalanya merasa kecewa, sedih, pikiran ruwet atau peteng dan sebagainya. Hal ini tidak hanya terjadi di dunia saja tetapi sampai ke Alam Arwah atau Alam Hewani atau Alam Angen-angen. Jadi yang di sebut siksa Neraka adalah kalau kita merasa sedih, susah, kecewa, pikiran ruwet atau peteng. Hal ini bisa terjadi di dunia sampai ke Alam Arwah atau Alam Peteng atau dari lahir sampai ke Alam Arwah. (Selanjutnya - Sangkan Paraning Dumadi (Dari Mana Mau Kemana))

Anda sedang membaca Perlambang . Untuk mengikuti posting terbaru silahkan Liked Facebook Fanpage: Mistikus Cinta | Follow Twitter: @Sufipedia | Terima kasih.

Post a Comment

 
Top